Menentukan nilai drift alat ukur dari sertifikat kalibrasi

Tanya (dari sebuah email):

Dengan ini, kami mohon pencerahaanya mengenai cara menghitung nilai Drift untuk budget Uncertainty sbb:
1). jika pada Sertifikat Standard yang digunakan tidak ada nilai “U” nya. (Sertifikat Standard masih bawaan dari Maker)
2). jika pada Sertifikat Standard yang terakhir/terupdate ada nilai “U”nya tetapi pada Sertifikat Standard sebelum di Kalibrasi ulang tidak ada nilai “U” nya. (Sertifikat Standard masih bawaan dari Maker)

Jawab:

Drift tidak ada kaitannya dengan nilai ketidakpastian pengukuran dalam sertifikat kalibrasi.

Nilai ketidakpastian pengukuran dalam sertifikat kalibrasi merupakan pengaruh sumber-sumber ketidakpastian yang terdapat atau terjadi pada proses kalibrasi alat itu.

Yang berkaitan dengan drift adalah nilai koreksi atau nilai penyimpangan yang dilaporkan dalam sertifikat itu. Definisi drift sendiri adalah: perubahan nilai koreksi (atau nilai penyimpangan) dari waktu ke waktu. Karena itu, untuk mengetahui nilai drift suatu alat ukur atau standar ukur, kita harus melihat sertifikat kalibrasi alat itu dari 3 kali atau lebih kalibrasi. Idealnya, semua sertifikat kalibrasi itu harus dari laboratorium kalibrasi yang sama. Jika data ini tersedia, maka kita bisa mengestimasi berapa perubahan nilai koreksi per tahun atau per bulan, berdasarkan laju perubahannya.

Yang sering terjadi adalah: suatu alat ukur atau standar ukur masih relatif baru, sehingga riwayat atau sejarah kalibrasinya belum diketahui (misalnya, baru pernah dikalibrasi satu atau dua kali saja). Dalam hal ini, kita bisa mengestimasi nilai drift alat tersebut dari beberapa sumber:

  1. nilai drift untuk alat yang sejenis (dari pabrik yang sama) yang pernah kita miliki
  2. nilai drift tipikal untuk alat sejenis, dari hasil penelitian yang pernah dipublikasikan
  3. nilai drift maksimum yang diperbolehkan untuk alat sejenis itu, berdasarkan suatu standar spesifikasi.

Terkait dengan contoh kasus yang Bapak sampaikan, saya ingin mengingatkan: sertifikat kalibrasi tanpa nilai ketidakpastian pengukuran, tidak sesuai dengan ketentuan standar sistem manajemen mutu laboratorium kalibrasi, sehingga seharusnya tidak digunakan sebagai acuan (dengan demikian, ketertelusuran metrologisnya belum terjamin). Satu-satunya cara untuk menjamin ketertelusuran metrologis suatu hasil pengukuran atau kalibrasi adalah dengan meminta alat tersebut dikalibrasi di laboratorium kalibrasi yang kompeten dan memenuhi syarat-syarat ketertelusuran.

Semoga berguna.

3 responses

  1. novantara ridho | Balas

    bapak saya ingin bertanya, bagaimana cara menghitung drift suatu standar melalui 3 kali sertifikat kalibrasi ? lalu saya juga pernah membaca cara menentukan drift suatu standar yaitu 10 % dari ketidakpastian standar, apakah itu benar? jika benar maka tercantum dimanakah hal tersebut?

    terima kasih

  2. Dari data riwayat kalibrasi, kita bisa melihat apakah penyimpangan alat tersebut:

    1. kira-kira tetap (perubahan dari tahun ke tahun tidak lebih dari ketidakpastiannya).
    Contoh: [0,1±0,5; 0,2±0,5; 0,1±0,4]
    2. berubah secara konsisten (besarnya perubahan tiap tahun kira-kira sama)
    Contoh: [0,2±0,3; 0,4±0,3; 0,6±0,3]
    3. berubah-ubah secara acak (perubahan bisa positif atau negatif tanpa pola yang jelas, dan lebih besar daripada ketidakpastian pengukuran)
    Contoh: [0,1±0,5; 0,7±0,5; -0,2±0,6].

    Nah dari tren tersebut, maka kita bisa memperkirakan berapa besarnya perubahan sejak kalibrasi terakhir hingga kalibrasi yang akan datang.

    Untuk kasus 1, drift bisa diabaikan (tercakup dalam ketidakpastian kalibrasi terakhir).
    Kasus 2, drift bisa diperkirakan N±N. N adalah besarnya perubahan setiap interval kalibrasi (dalam contoh di atas, estimasi drift adalah 0,2±0,2].
    Kasus 3: ini sebetulnya ada masalah yang lebih mendasar. Bisa jadi standar acuannya bermasalah, atau memang alatnya punya kestabilan jangka panjang yang rendah. Jika dipaksakan menggunakan alat dalam kondisi seperti ini, drift bisa diestimasi untuk kondisi terburuk, yaitu 0±(max-min tren).

  3. novantara ridho | Balas

    terima kasih bapak atas jawabannya akan saya coba aplikasikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: