Dua macam ‘colokan’ listrik di Indonesia

Ada berbagai bentuk tusuk kontak atau “colokan” alias steker listrik di dunia. Setiap negara biasanya mempunyai satu standar; atau paling tidak ada satu yang “dianggap standar”. Tahukah Anda, bahwa di Indonesia ada lebih dari satu jenis yang dianggap “standar”?

Tusuk kontak yang paling umum dipakai di Indonesia mempunyai dua pin atau “kaki”, yang masing-masing berbentuk silindris atau bundar. Namun, sebetulnya ada dua standar yang sama-sama mempunyai dua kaki silindris, tetapi tidak persis sama. Keduanya kerap dipakai di Indonesia.

Yang pertama adalah jenis Schuko (CEE 7/4). Steker jenis ini mempunyai pin atau kaki yang lebih gemuk. Ciri lainnya adalah kepalanya berbentuk bundar, dan ada kontak arde atau ground di sisinya.

Schuko

Steker Schuko dengan lubang arde

Jenis yang kedua adalah Europlug (CEE 7/16). Sama-sama mempunyai dua kaki silindris, tetapi diameter kakinya lebih kecil dibanding Schuko. Selain itu, ciri lain adalah bentuk kepalanya yang pipih dan tidak ada kontak untuk arde.

Europlug

Sepintas memang mirip, tetapi ada perbedaan. Kaki Schuko lebih gemuk (4,8 mm) dibandingkan kaki Europlug (4 mm). Begitu juga dengan jarak antarkaki; Shucko lebih renggang (19 mm) dibandingkan Europlug (18,6 mm di pangkal, 17,5 mm di ujung, alias sedikit tirus).

Dari informasi di atas, ada hal yang perlu diperhatikan jika membeli peralatan listrik (misalnya peranti yang menggunakan listrik, stop kontak, steker, adaptor dan sejenisnya). Secara umum, kedua jenis steker di atas sebetulnya dirancang untuk bisa saling bertukar. Namun, ada beberapa perangkat di pasaran yang tidak sepenuhnya sesuai dengan standar.

Europlug T-connector non standard

Colokan-T europlug non-standar

Adaptor-T di atas hanya bisa menerima steker Europlug, alias tidak bisa menerima steker Schuko. Jadi, kalau peranti kita menggunakan steker Schuko, maka kita tidak bisa menggunakan adaptor-T seperti di atas.

Sebaliknya, ada stop kontak yang bisa menerima steker Schuko dengan baik, tetapi terminalnya terlalu longgar sehingga jika steker Europlug ditancapkan, kontaknya tidak sempurna. Akibatnya listriknya tidak tersalurkan; atau lebih parah lagi, menimbulkan panas dan bisa melelehkan kepala steker sehingga bisa menimbulkan kebakaran.

Kesimpulannya, berhati-hatilah membeli perangkat listrik khususnya yang berkaitan dengan steker atau stop kontak. Sedapat mungkin belilah perangkat yang sesuai dengan standar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: