Melamar jadi PNS? Mengapa tidak.

Saat ini beberapa kementerian maupun lembaga pemerintah sedang mengadakan penerimaan pegawai baru alias Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Beberapa kementerian/lembaga telah menerapkan sistem penerimaan yang transparan, sehingga tidak ada lagi istilah suap-menyuap atau sogok-menyogok dalam proses tersebut. Termasuk lembaga tempat saya bekerja, LIPI.

Saya tidak ingin bicara tentang prosesnya; saya lebih ingin menyoroti tentang apa yang harus disiapkan seseorang yang ingin melamar jadi PNS.

Motivasi

Yang pertama tentu saja motivasi. Apa tujuan Anda menjadi PNS? Dari beberapa pelamar yang saya wawancarai, motivasi ini bisa dibagi dua:

  • mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri, misalnya jaminan keamanan pekerjaan (dengan anggapan bahwa PNS tidak bisa dipecat, walaupun kenyataannya tidak begitu); jaminan hari tua (uang pensiun); status (di kalangan tertentu, status PNS mempunyai gengsi yang tinggi); kesempatan sekolah; kesempatan mengakses fasilitas;
  • memberikan kontribusi bagi bangsa (alias melayani).

Dalam kenyataannya, tentunya motivasi seseorang bisa berupa gabungan dari kedua macam motivasi di atas. Wajar saja bila seseorang mengharapkan sesuatu keuntungan bagi dirinya. Tetapi yang lebih penting adalah perimbangan antara keduanya. Jika motivasi pribadi terlalu kuat, maka yang terjadi adalah orang itu akan lebih banyak berfokus pada kegiatan yang menguntungkan dirinya saja.

Untuk menjadi PNS, pastikan bahwa Anda mempunyai motivasi utama untuk melayani dan mengabdi kepada bangsa, sedangkan keuntungan pribadi menjadi prioritas kedua. Ini tidak berarti bahwa seorang PNS dilarang kaya; dengan kinerja yang baik dan berada di tempat yang sesuai, seorang PNS bisa mendapat penghasilan yang cukup dan layak. Tetapi, sekali lagi, jika motivasi utama adalah mendapatkan keuntungan pribadi atau mencapai tujuan pribadi, lebih baik tidak usah menjadi PNS.

Kesesuaian dengan tempat kerja

Dunia PNS adalah dunia yang cenderung tidak luwes dalam hal aturan-aturan, termasuk penempatan seorang pegawai. Secara aturan, memang ada kemungkinan seorang PNS untuk pindah ke bagian lain atau bahkan instansi lain yang mungkin lebih sesuai dengan minta dan kompetensinya. Tetapi dalam praktiknya, hal itu sangat sulit. Jadi, strategi yang paling baik adalah: memilih tempat kerja yang sesuai dengan minat dan kompetensi, sejak awal.

Beberapa pelamar yang saya wawancarai, ternyata belum sepenuhnya memahami seperti apa tempat kerja yang mereka lamar. Semestinya mereka mencari tahu cukup banyak tentang apa tugas dan fungsi lembaga atau satuan kerja tempat mereka melamar. Kebanyakan pelamar hanya mencari tahu dari situs web satuan kerja yang mereka minati. Namun situs web semacam itu hanya memuat informasi yang sangat terbatas.

Cara yang terbaik adalah berkomunikasi langsung dengan satuan kerja yang dituju, bahkan kalau bisa, kunjungi satuan kerja tersebut dan diskusi dengan orang-orang yang bekerja di situ, khususnya pejabat yang berwenang dalam hal perekrutan. Dengan demikian, calon pelamar bisa memahami betul tugas dan fungsi lembaga atau satuan kerja tersebut; seperti apa tempat kerja dan fasilitas yang ada; bagaimana suasana kerjanya; bahkan bisa berkenalan langsung dengan calon rekan kerja maupun calon atasannya. Calon pelamar juga bisa mengetahui lebih dalam apa yang diharapkan dari pelamar tersebut, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri dengan optimal. Sebaliknya, jika mereka merasa bahwa tempat tersebut tidak sesuai dengan minat maupun kompetensi mereka, maka mereka tidak perlu membuang waktu dan tenaga untuk melamar.

Ada satu cara lagi yang lebih mangkus, yaitu magang atau kerja praktik di tempat kerja tersebut. Cara ini memang membutuhkan tenaga dan waktu yang lebih lama, tetapi sangat efektif untuk mengukur apakah pelamar akan mendapatkan tempat yang sesuai.

Oh ya, ada satu hal lagi: adanya perjanjian atau kontrak untuk bekerja selama beberapa tahun di instansi tersebut, dengan ancaman denda jika keluar/mengundurkan diri sebelum masa kontrak itu habis. Selain itu, seseorang yang pernah diterima sebagai PNS dan kemudian keluar, tidak bisa melamar lagi sebagai PNS di tempat lain. Karena itu, pastikan bahwa tempat yang dituju adalah tempat yang kemungkinan besar akan sesuai dengan minat dan kemampuan pelamar.

Selanjutnya…

Nah, jika dua hal di atas sudah dipertimbangkan, maka tinggal mengikuti proses formalnya yaitu mendaftar, memasukkan berkas-berkas yang diminta, kemudian mengikuti beberapa tahap tes yaitu tes akademik, tes psikologi, dan wawancara. Tentunya semua tahapan ini harus diikuti sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Banyak instansi yang sudah menerapkan sistem penerimaan CPNS secara elektronik. Sistem ini jauh lebih efisien dan kemungkinan lebih transparan daripada sistem konvensional.

Sekali lagi, pastikan bahwa Anda punya motivasi yang tepat untuk menjadi PNS; dan bahwa Anda sudah mengerti tentang situasi tempat kerja yang dituju. Jika Anda hanya mencoba-coba melamar dengan harapan “siapa tahu diterima”, tanpa motivasi yang jelas, lebih baik tidak usah melamar. Juga, jika Anda harus menyogok atau menyuap untuk bisa diterima, lebih baik tidak usah melamar. Ini berarti bahwa (1) motivasi Anda cenderung untuk mendapat keuntungan pribadi, karena sogokan itu tentunya diperhitungkan sebagai “modal” yang harus kembali; dan (2) tempat kerja yang Anda tuju belum bebas dari KKN. Saat ini sudah banyak instansi yang menerapkan proses penerimaan yang transparan dan jujur serta adil; maka mari kita bangun birokrasi yang jujur dan bersih.

2 responses

  1. Tanya dong, Pak..ada batasan umur nggak? Umur saya hampir kepala 4, apa masih bisa? Terima kasih

    1. Batas umur jelas ada. Selain itu, ada batas umur ijasah juga.
      Kalau kepala sudah 4… mendingan bisnis sendiri saja…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: