Open Source + MacBook untuk Presentasi

Saya diminta untuk membuat sebuah presentasi oleh sebuah perusahaan. Tentunya untuk melakukan presentasi, harus ada materi visual untuk menunjangnya (hare gene geto loh!). Standar de facto untuk membuat bahan presentasi adalah Microsoft Powerpoint. Nah, di sini saya punya masalah karena saya tidak punya lisensi MS Office, sedangkan saya sudah berkomitmen untuk sedapat mungkin tidak menggunakan program bajakan. Jalan keluarnya, menggunakan program presentasi yang lisensiya tidak berbayar.

Masalah lainnya adalah, saya pengguna komputer Mac. (Walaupun komputer Mac saat ini sudah bisa menjalankan MS Windows, kembali ke prinsip awal – saya tidak ingin menggunakan bajakan sedangkan saya tidak punya lisensi Windows). Jadi saya butuh program yang bisa berjalan di atas MacOS.

OK, pilihannya adalah Keynote, OpenOffice dan NeoOffice. Keynote adalah program presentasi yang dibundle dengan MacOS 10.4 (yang sudah terinstalasi di komputer MacBook saya). Walaupun program tersebut cukup menarik, sayangnya program yang dibundle hanya versi perkenalannya; untuk menggunakan dalam jangka waktu panjang, saya harus membeli lisensinya. Jadi Keynote bukan pilihan saya. Mungkin kalau sudah ada cukup rejeki untuk membeli lisensinya, saya akan menggunakan Keynote.

Screenshot OpenOffice Impress di X11

OpenOffice adalah program yang sudah saya gunakan selama tiga tahun terakhir ini karena komputer kerja saya di kantor menggunakan Linux. OpenOffice tersedia versi MacOSnya, tetapi memerlukan plaform X11 yaitu window manager yang dibuat untuk operating system berbasis Unix. Kelemahan X11 hanya dalam tampilan: tidak seindah platform Aqua aslinya MacOS. Secara umum hal tersebut tidak mengganggu; namun khusus untuk presentasi OpenOffice Impress, ada hal yang mengganggu yaitu menu bar MacOS tetap tampil ketika masuk mode Slide Show. Bahkan Dock pun ikut tampil.

Jadi, pilihan jatuh pada NeoOffice. Segera saya mengunduh NeoOffice versi terbaru dan menginstalnya di MacBook. NeoOffice adalah port dari OpenOffice yang tidak menggunakan X11, tapi langsung berjalan di Aqua. Artinya, tampilannya persis sama dengan aplikasi asli MacOS, tidak seperti OpenOffice X11 yang masih kelihatan (dan bertingkah laku) seperti layaknya program berbasis Unix.

Setelah saya coba menjalankan presentasi (yang sudah saya buat di OpenOffice) di NeoOffice, ada masalah kecil yaitu beberapa teks tidak muncul dengan baik dalam moda slide show. Saya menduga karena font yang saya pakai di OpenOffice tidak tersedia di MacOS, tapi setelah saya ganti fontnya ternyata masih tidak bisa muncul. Lalu saya membuat template baru di NeoOffice dan memindahkan isi presentasi yang sudah saya buat ke template ini. Akhirnya tampilan presentasi bisa keluar seperti aslinya, tanpa gangguan menu bar seperti pada OpenOffice X11.

Ada gangguan sedikit (mungkin bug) ketika membuka file presentasi NeoOffice. Beberapa kali keyboardnya menjadi tidak berfungsi sehingga saya tidak bernavigasi menggunakan keyboard. Satu lagi kelemahan NeoOffice: lambat (dibandingkan OpenOffice X11).

Oh ya, sebelum saya teruskan: kenapa saya repot-repot harus menggunakan komputer saya sendiri untuk melakukan presentasinya? Bukankah biasanya panitia menyediakan komputer dan projektor LCD? Ya, memang. Tetapi juga, biasanya program yang tersedia hanya PowerPoint. Kenapa tidak membuat filenya di OpenOffice dan disimpan dengan format PowerPoint? Karena seringkali animasinya menjadi kacau ketika dibuka di OpenOffice. Jadi, saya ingin tetap menggunakan format asli OpenOffice. Nah, belum tentu di komputer panitia tersedia program yang bisa membuka file berformat OpenOffice.

Kembali ke cerita. Setelah berhasil menjalankan presentasi OOo Impress yang manis dengan MacBook, rintangan terakhir adalah hardware MacBook yang tidak punya koneksi VGA. Jadi saya harus membeli adaptor mini-DVI untuk VGA seharga 296000 rupiah. Biarlah, nanti kan setelah presentasi dapat amplop.

OK, sekarang saya siap untuk presentasi [hampir] di mana pun ada projektor LCD – tanpa software bajakan! Bonusnya: banyak audiens yang terpana menatap komputer putih bergambar apel menyala yang saya gunakan!!

2 responses

  1. kalau bisa editing HTML dikit-dikit, nggak coba pakai S5 aja? google aja deh. saya pakai S5 buat presentasi di indocomtech.πŸ™‚

  2. S5 menarik juga, kalau betul-betul butuh kompatibilitas antar-platform. Tapi menyiapkannya masih terlalu repot dibandingkan pakai OOo Impress misalnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: