Menuliskan “Significant Digits” dalam nilai ketidakpastian pengukuran

Dari pengalaman mengamati sertifikat kalibrasi dan lingkup akreditasi lab-lab kalibrasi, sering saya melihat kesalahan dalam penulisan nilai ketidakpastian pengukuran dan BMC (Best Measurement Capability; Kemampuan Ukur Terbaik). Kesalahan paling umum adalah nilai ketidakpastian/BMC ditulis dengan lebih dari 2 significant digit.

Apa itu significant digit, dan bagaimana cara menulis nilai ketidakpastian yang benar?

Menurut definisi yang saya pelajari di sekolah dulu, “significant digit” adalah angka bukan-nol dan angka nol yang terletak di sebelah kanan angka bukan-nol. “Significant digit” diindonesiakan menjadi “angka penting” atau “angka berarti”.

Contoh:
“0,000 123” mempunyai 3 significant digits: 1, 2, dan 3.
“0,000 104” mempunyai 3 significant digits: 1, 0, dan 4

(nol di sebelah kanan angka 1 menjadi significant digit)

“0,010” mempunyai 2 significant digits: 1 dan 0
“456” mempunyai 3 significant digits
“2 400” mempunyai 4 significant digits;

jika yang dimaksud hanya ada 2 significant digit, harus ditulis “2,4 x 10^3” atau “2,4e3”.

“2,34 x 10^-3” atau “2,34e-3” mempunyai 3 significant digit.

Jadi, menulis nilai ketidakpastian dan BMC yang benar adalah sebagai berikut:
13 s (benar)
1,2 mm (benar)
0,02 mK (benar)
0,023 mg (benar)
1,2 x 10^-6 kg (benar)
12,00 V (salah) ==> 12 V (benar)
12 000 V (meragukan) ==> 1,2 x 10^4 (benar)
0,000 000 023 V (benar, tapi…) ==> 23 nV atau 2,3 x 10^-8 V (lebih baik)

7 responses

  1. Lho, kok 0,02 bener sih, Pak ? Bingung nih …

  2. 0,02 tidak salah, karena aturan menulisnya adalah: tidak boleh lebih dari 2 significant digit. Jadi kalau cuma 1 significant digit, tidak salah.

  3. Salam kenal, wah boleh ikutan nih tukaran pengalaman.
    Jadi penulisan angka ketidak pastian yang melebihi 2 significant digit akan dibulatkan dong? (misal 0,30265 menjadi 0,30 )

  4. Pada tulisan di atas ada disinggung mengenai Ketidak pastian pengukuran (walupun bukan topik utama). saya menggunakan angka K = 2 ,untuk coverage factor dari 6 kali pengukuran berulang tanpa memperhatikan derajat kebebasan . menurut pak Probo apakah hal ini dapat dibenarkan? kalau pak Probo punya literatur yang membolehkan hal ini, tolong saya minta bantuannya. trims

  5. Saya mengacu ke ISO Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement (ISO GUM). Menurut panduan ini, faktor cakupan harus ditentukan berdasarkan nilai derajat kebebasan efektif dan sebaran-T Student.
    Jika komponen ketidakpastian hanya dari simpangan baku sebaran nilai-nilai pengukuran berulang (tipe A) dengan 6 data, maka derajat kebebasan hanya 5 dan berarti faktor cakupan yang sesuai pasti lebih besar dari 2.
    Jika komponen ketidakpastian lainnya diperhitungkan, bisa saja derajat kebebasannya menjadi lebih besar dari 60 sehingga faktor cakupan dapat diasumsikan sama dengan 2.
    Kesimpulannya: hitung dulu derajat kebebasan efektifnya, baru kita dapat menentukan faktor cakupan.

  6. wah perlu dijelaskan lebih rinci tuh mas.
    belum paham saya he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: