Open Source + MacBook untuk Presentasi

4 06 2007

Saya diminta untuk membuat sebuah presentasi oleh sebuah perusahaan. Tentunya untuk melakukan presentasi, harus ada materi visual untuk menunjangnya (hare gene geto loh!). Standar de facto untuk membuat bahan presentasi adalah Microsoft Powerpoint. Nah, di sini saya punya masalah karena saya tidak punya lisensi MS Office, sedangkan saya sudah berkomitmen untuk sedapat mungkin tidak menggunakan program bajakan. Jalan keluarnya, menggunakan program presentasi yang lisensiya tidak berbayar.

Masalah lainnya adalah, saya pengguna komputer Mac. (Walaupun komputer Mac saat ini sudah bisa menjalankan MS Windows, kembali ke prinsip awal – saya tidak ingin menggunakan bajakan sedangkan saya tidak punya lisensi Windows). Jadi saya butuh program yang bisa berjalan di atas MacOS.

OK, pilihannya adalah Keynote, OpenOffice dan NeoOffice. Keynote adalah program presentasi yang dibundle dengan MacOS 10.4 (yang sudah terinstalasi di komputer MacBook saya). Walaupun program tersebut cukup menarik, sayangnya program yang dibundle hanya versi perkenalannya; untuk menggunakan dalam jangka waktu panjang, saya harus membeli lisensinya. Jadi Keynote bukan pilihan saya. Mungkin kalau sudah ada cukup rejeki untuk membeli lisensinya, saya akan menggunakan Keynote.

Screenshot OpenOffice Impress di X11

OpenOffice adalah program yang sudah saya gunakan selama tiga tahun terakhir ini karena komputer kerja saya di kantor menggunakan Linux. OpenOffice tersedia versi MacOSnya, tetapi memerlukan plaform X11 yaitu window manager yang dibuat untuk operating system berbasis Unix. Kelemahan X11 hanya dalam tampilan: tidak seindah platform Aqua aslinya MacOS. Secara umum hal tersebut tidak mengganggu; namun khusus untuk presentasi OpenOffice Impress, ada hal yang mengganggu yaitu menu bar MacOS tetap tampil ketika masuk mode Slide Show. Bahkan Dock pun ikut tampil.

Jadi, pilihan jatuh pada NeoOffice. Segera saya mengunduh NeoOffice versi terbaru dan menginstalnya di MacBook. NeoOffice adalah port dari OpenOffice yang tidak menggunakan X11, tapi langsung berjalan di Aqua. Artinya, tampilannya persis sama dengan aplikasi asli MacOS, tidak seperti OpenOffice X11 yang masih kelihatan (dan bertingkah laku) seperti layaknya program berbasis Unix.

Setelah saya coba menjalankan presentasi (yang sudah saya buat di OpenOffice) di NeoOffice, ada masalah kecil yaitu beberapa teks tidak muncul dengan baik dalam moda slide show. Saya menduga karena font yang saya pakai di OpenOffice tidak tersedia di MacOS, tapi setelah saya ganti fontnya ternyata masih tidak bisa muncul. Lalu saya membuat template baru di NeoOffice dan memindahkan isi presentasi yang sudah saya buat ke template ini. Akhirnya tampilan presentasi bisa keluar seperti aslinya, tanpa gangguan menu bar seperti pada OpenOffice X11.

Ada gangguan sedikit (mungkin bug) ketika membuka file presentasi NeoOffice. Beberapa kali keyboardnya menjadi tidak berfungsi sehingga saya tidak bernavigasi menggunakan keyboard. Satu lagi kelemahan NeoOffice: lambat (dibandingkan OpenOffice X11).

Oh ya, sebelum saya teruskan: kenapa saya repot-repot harus menggunakan komputer saya sendiri untuk melakukan presentasinya? Bukankah biasanya panitia menyediakan komputer dan projektor LCD? Ya, memang. Tetapi juga, biasanya program yang tersedia hanya PowerPoint. Kenapa tidak membuat filenya di OpenOffice dan disimpan dengan format PowerPoint? Karena seringkali animasinya menjadi kacau ketika dibuka di OpenOffice. Jadi, saya ingin tetap menggunakan format asli OpenOffice. Nah, belum tentu di komputer panitia tersedia program yang bisa membuka file berformat OpenOffice.

Kembali ke cerita. Setelah berhasil menjalankan presentasi OOo Impress yang manis dengan MacBook, rintangan terakhir adalah hardware MacBook yang tidak punya koneksi VGA. Jadi saya harus membeli adaptor mini-DVI untuk VGA seharga 296000 rupiah. Biarlah, nanti kan setelah presentasi dapat amplop.

OK, sekarang saya siap untuk presentasi [hampir] di mana pun ada projektor LCD – tanpa software bajakan! Bonusnya: banyak audiens yang terpana menatap komputer putih bergambar apel menyala yang saya gunakan!!





100% Bebas Asap Rokok

31 05 2007

Catatan: Tulisan ini dibuat dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang digalang oleh Priyadi

Kepada: pengelola tempat-tempat umum

Penelitian ilmiah tentang bahaya perokok pasif telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Tidak ada keraguan bahwa merokok secara pasif sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, menyebabkan kanker dan banyak penyakit pernafasan serta kardiovaskuler pada anak-anak serta orang dewasa, dan tidak jarang mempercepat kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkesimpulan bahwa asap rokok, sekecil apapun jumlahnya, tetaplah berbahaya. Rekomendasi WHO tentang hal ini mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok adalah dengan memberlakukan peraturan 100% bebas asap rokok bagi tempat-tempat umum.

Hak untuk mendapatkan udara bersih, bebas dari asap rokok adalah hak umat manusia.

Dengan demikian, kami meminta anda untuk melindungi kesehatan pegawai, pekerja dan masyarakat umum dengan cara menerapkan peraturan yang 100% melarang merokok di tempat-tempat umum. Kami percaya, langkah ini adalah langkah yang sangat penting untuk melindungi kesehatan kita dan anak-anak kita semua.

Tertanda,

A. Praba Drijarkara (probodj)





Mengubah, menerima, atau keluar?

15 05 2007

Jika anda tidak suka atau tidak puas dengan suatu kondisi di lingkungan anda (bisa tempat kerja, tempat tinggal, organisasi, komunitas, atau bahkan negara), apa yang bisa anda lakukan? Pada dasarnya, ada tiga macam pilihan: mengubah keadaan tersebut, menerima keadaan tersebut, atau keluar dari lingkungan tersebut.

1. MENGUBAH:

Coba lihat, apa yang salah dengan lingkungan atau komunitas tersebut, sehingga menimbulkan suasana yang tidak menyenangkan? Ketidaktahuan? Ketidaktaatan? Ketidakpedulian? Keegoisan? Lalu, apa yang bisa diperbuat untuk memperbaiki keadaan tersebut? Cobalah melakukan perubahan dari dan oleh anda sendiri. Kemudian ajaklah orang lain (secara komunal atau melalui struktur organisasi) untuk ikut mewujudkan perubahan itu. Mungkin anda perlu pengetahuan teknik tertentu — carilah orang yang kompeten atau cobalah pelajari bidang tersebut. Mungkin juga anda perlu dukungan politik — sekali lagi, carilah orang yang punya akses politik, atau mungkin anda juga harus belajar berpolitik.

Contohnya: Jika di jalan di depan rumah anda banyak sampah, bagaimana mengubahnya? Mungkin anda sendiri harus membiasakan tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian mengajak tetangga-tetangga untuk berbuat hal yang sama. Langkah berikutnya berkoordinasi dengan pengurus lingkungan atau kelurahan untuk mengurus sistem pembuangan sampah.

Oh, ya. Melakukan perubahan mungkin membutuhkan proses yang panjang.

2. MENERIMA:

Seandainya anda sudah mencoba melakukan hal di atas (mengubah), dan ternyata perubahan yang diharapkan itu tidak tercapai, lalu bagaimana? Mungkin anda harus mencoba lagi. Mencoba lebih keras, atau mencari cara lain. Jika tidak tercapai juga, bagaimana?

Atau, jika anda tidak mau mencoba melakukan perubahan, bagaimana?

Ya, anda harus menerima kondisi tersebut sebagai sesuatu yang tidak bisa diubah (entah karena memang tidak bisa diubah, atau karena memang anda sendiri tidak mau mencoba mengubahnya). Nah, kalau anda tidak mau menerimanya? Ada satu pilihan lagi, yaitu…

3. KELUAR:

Ya, kalau kondisinya tidak bisa diubah, dan anda tidak bisa hidup nyaman dalam lingkungan dan kondisi seperti itu, mau apa lagi? Keluar dari lingkungan/komunitas tersebut adalah pilihan logis berikutnya. Setelah keluar, ke mana? Mungkin anda bisa pindah ke lingkungan atau komunitas lain. Mungkin anda harus membentuk komunitas yang baru (seperti orang-orang partai yang setiap tahun membuat partai baru karena konflik dengan partainya yang lama).

Keluar dari suatu komunitas dan membentuk komunitas baru tidak selalu bermakna negatif. Barangkali komunitas baru itu akan bisa melakukan sesuatu yang lebih baik. Barangkali anda sendiri bisa lebih berkembang di komunitas yang baru tersebut.

4. MENGGERUTU:

Oh, maaf. Ini sebetulnya bukan pilihan keempat dari pertanyaan di atas. Tapi dalam kenyataannya, inilah yang sering dilakukan orang yang tidak puas dengan kondisi di suatu lingkungan. Mereka tidak mau atau tidak mampu membuat perubahan, tapi tidak mau berbesar hati menerima kondisi itu dan pula tidak berani mengorbankan kenyamanan untuk pergi dan pindah ke lingkungan baru. Sebagai pelepasannya, mereka menggerutu dan bergunjing.

Menggerutu tidak sama dengan memprotes atau mengritik, atau pun mengeluh. Protes dan kritikan adalah bagian dari proses menuju perubahan (lihat pilihan no. 1 di atas). Sedangkan menggerutu sebetulnya bukan sekedar perbuatan, melainkan lebih mencerminkan sikap kejiwaan orang tersebut yang tidak bisa menerima keadaan dan juga tidak mau mengakui ketidakmampuannya mengubah keadaan.

KESIMPULAN:

Anda ingin menjadi agen pengubah, atau berbesar hati menerima kenyataan, atau anda mau menjadi pionir menjajal dunia baru, atau anda cuma mau jadi penggerutu? Saran saya: pilih salah satu dari ketiga pilihan pertama, tapi jangan ambil pilihan keempat.





Apa yang salah dengan skema arisan berantai

4 09 2006

Apa itu arisan berantai?
Arisan berantai adalah semacam skema yang mengundang orang-orang untuk bergabung dalam sebuah struktur piramid. Orang pertama yang memulai, duduk di puncak piramid. Kemudian dia mengundang beberapa orang — kita sebut saja level kedua — untuk ikut bergabung. Orang-orang di level kedua ini kemudian juga mengundang lebih banyak lagi orang untuk duduk di level ketiga. Begitu seterusnya hingga bertingkat-tingkat.
Setiap peserta diwajibkan untuk menyetor ke anggota yang duduk di level lebih tinggi; yaitu anggota yang mengundangnya dan anggota yang lebih tinggi lagi. Biasanya setoran ini harus diberikan ke 4 level.

Contohnya?
Contohnya: si A mengundang B, C dan D. Kemudian si B mengundang E, F dan G. Lalu si E mengundang H, I dan J. Nah, si H harus menyetor ke E, B dan A. Pada gilirannya, jika H bisa mendapatkan anggota di level bawahnya, dia juga akan menerima setoran.

Ada kaitannya dengan surat berantai?
Arisan piramid ini biasanya disebarkan dengan media surat berantai. Jadi memang menggunakan sejenis surat berantai. Tapi tidak semua surat berantai adalah media arisan piramid.
Di jaman modern ini, medianya sudah berkembang dengan email dan website. Transfer uang pun bisa dilakukan dengan ATM atau internet banking. Tapi konsepnya tetap sama.

Kenapa disebut piramid?
Disebut piramid karena makin ke bawah levelnya, makin banyak orang yang duduk di level itu. Ini terjadi karena setiap orang mengundang lebih dari satu orang, dan demikian seterusnya. Sebetulnya istilah ‘piramid’ tidak tepat betul karena bentuk skema ini bertumbuh secara eksponensial (bukan linier seperti piramid). Tapi konsep dasar sama, yaitu makin ke bawah, makin lebar.

Apa bedanya dengan arisan ‘konvensional’?
Arisan konvensional mempunyai anggota yang jumlahnya tetap. Aliran setoran uang berjalan secara timbal balik: setiap anggota/peserta akan menerima sejumlah uang yang sama dengan jumlah uang (cicilan) yang dibayarkan. Ini adalah sebuah ‘zero sum’ game dan karenanya tidak dapat disebut sebagai suatu kegiatan ekonomi, maka itu tujuannya biasanya hanya untuk silaturahmi atau keakraban.
Dalam arisan piramid, aliran uang berjalan secara satu arah dan tidak seimbang: semua anggota hanya menyetor ke anggota di level atas dan (mengharapkan) menerima dari anggota di level bawah. Ketidakseimbangan terjadi karena jumlah yang disetorkan jauh lebih kecil daripada jumlah yang diharapkan didapat dari anggota di level bawah, karena sifat piramid yang mengembang di bawah. Di sini ada motivasi mencari untung.

Lalu, apa yang salah dengan arisan piramid?

  1. Tidak ada nilai tambah ekonomi yang diberikan. Perpindahan uang tidak disertai dengan perpindahan barang atau jasa yang memberikan manfaat kepada si pemberi uang. Karena itu arisan piramid tidak bisa disebut sebagai suatu kegiatan ekonomi.
    Ini berbeda dengan transaksi dagang yang memberikan suatu manfaat (barang atau jasa) kepada si pemberi uang. Juga berbeda dengan investasi saham atau tabungan, karena investasi saham atau tabungan akan digunakan sebagai modal kerja yang keuntungannya dikembalikan dalam bentuk bunga kepada si investor.
  2. Ketidakadilan. Anggota menyetor sejumlah uang dan mengharapkan mendapatkan setoran yang jumlah berlipat kali; tanpa ada suatu manfaat yang diberikan (lihat keterangan di point 1).
    Anggota di level 1 jelas tidak akan rugi, karena dia tidak perlu menyetor dan hanya tinggal menunggu setoran.
    Anggota di level terbawah (yaitu anggota yang tidak berhasil mencari anggota baru) berpotensi rugi karena dia sudah harus menyetor tanpa mendapatkan setoran (lihat poin berikut).
  3. Tidak ada jaminan keuntungan (bahkan jaminan impas). Jika anda mendaftar untuk ikut, anda harus menyetor uang dulu kepada anggota-anggota di atas anda sebelum anda bisa merekrut anggota baru dan mengharapkan setoran uang. Artinya setiap anggota pasti mengeluarkan uang, tapi tidak ada yang bisa menjamin dia akan bisa mendapatkan uang itu kembali; apa lagi mendapatkan keuntungan.
  4. Skema piramid tidak sustainable. Syarat agar anggota mendapatkan keuntungan adalah bisa merekrut anggota secara bertingkat-tingkat ke bawah. Jika ini tidak tercapai, otomatis skema ini gagal. Katakanlah ada 5 milyar orang di bumi ini, dan 4.999.999.990 orang sudah menjadi anggota skema ini. Anda adalah orang ke-4.999.999.991. Berarti tinggal 9 orang di dunia ini yang bisa menjadi pengikut anda. Lalu ke-9 orang itu akan mencari anggota dari mana?
    Mungkin anda mengatakan bahwa kondisi tersebut masih jauh karena saat ini baru 1345 orang yang ikut dalam sebuah skema piramid. Jadi masih ada milyaran orang yang bisa direkrut. Tapi pada suatu saat, limit tersebut pasti akan tercapai. Dengan kata lain: suatu saat, cepat atau lambat, piramid tersebut akan runtuh dari bawah.

Ilustrasi:
Seandainya dalam sebuah arisan piramid, setiap orang bisa merekrut 5 orang anggota, dan tiap anggota baru bisa merekrut 5 orang anggota lagi. Maka pertumbuhan jumlah anggota akan seperti tabel di bawah ini:

Level Jumlah angota di level tersebut Jumlah anggota kumulatif (total)
1 1 1
2 5 6
3 25 31
4 125 156
5 625 781
6 3.125 3.906
7 15.625 19.531
8 78.125 97.656
9 390.625 488.281
10 1.953.125 2.441.406
11 9.765.625 12.207.031
12 48.828.125 61.035.156
13 244.140.625 305.175.781
14 1.220.703.125 1.525.878.906
15 6.103.515.625 7.629.394.531
16 30.517.578.125 38.146.972.656
17 152.587.890.625 190.734.863.281
18 762.939.453.125 953.674.316.406
19 3.814.697.265.625 4.768.371.582.031
20 19.073.486.328.125 23.841.857.910.156

Seandainya ada 5 milyar orang di dunia ini; dari jumlah itu, misalnya hanya 3 milyar yang akan mau dan bisa mengikuti arisan piramid semacam ini. Kita lihat bahwa di level-15, jumlah kumulatif anggota sudah melampaui jumlah populasi dunia. Pada level tersebut, piramid ini akan ambruk!

Ilustrasi di atas bisa diubah-ubah parameternya (misalnya jumlah pengikut tiap anggota) tapi satu hal akan tetap: piramid tersebut akan ambruk pada level tertentu.

Kesimpulan
Arisan piramid (atau apa pun namanya yang mempunyai sistem seperti itu) bukanlah suatu kegiatan yang memberikan nilai ekonomis bagi semua pelakunya. Secara keseluruhan, sistem ini merupakan ‘zero sum game’ karena tidak terjadi pertambahan jumlah uang atau manfaat. Namun sistem itu hanya menguntungkan untuk orang-orang yang telah ikut di awal; dan akan merugikan orang-orang yang direkrut belakangan.

Postscript
Tulisan ini saya buat karena masih banyak sekali email berantai dan website yang menawarkan hal semacam ini. Saya ingin menjelaskan secara sistematis dan logis kesalahan dari sistem tersebut, agar setiap orang yang berminat mengikuti kegiatan tersebut mengetahui risikonya.

Update

Pembahasan tentang arisan berantai yang cukup komprehensif bisa dilihat di blog Priyadi.





Otoritas Metrologi dan Akreditasi Laboratorium

1 09 2006

Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang benar, kita perlu merujuk ke Otoritas Metrologi yang diakui. Kewenangan yang dimiliki (atau diemban) oleh suatu badan tidak semata-mata didapat secara legalistik, namun juga berdasarkan pengakuan atau konsensus oleh lembaga-lembaga yang kompeten dalam hal metrologi. Otoritas metrologi terbagi dalam setidaknya tiga bidang: bidang metrologi ilmiah dalam hal kebenaran ilmiah; bidang metrologi legal dalam hal pengukuran yang berkaitan dengan regulasi, dan bidang akreditasi laboratorium dalam hal menentukan kompetensi suatu laboratorium untuk melakukan pengukuran (baik pengujian maupun kalibrasi).

Internasional

Metrologi Ilmiah: Biro Internasional Timbangan dan Ukuran (BIPM)

Metrologi Legal: Organisasi Internasional Metrologi Legal (OIML)

Akreditasi Laboratorium: Kerjasama Internasional Akreditasi Laboratorium (ILAC)

Regional

Asia-Pasifik

Metrologi Ilmiah: Program Metrologi Asia-Pasifik (APMP)

Metrologi Legal: Forum Metrologi Legal Asia-Pasifik (APLMF)

Akreditasi Laboratorium: Kerjasama Akreditasi Laboratorium Asia-Pasifik (APLAC)

Eropa

Metrologi Ilmiah: Kolaborasi Eropa dalam Standar Pengukuran (Euromet)

Metrologi Legal: Kerjasama Eropa dalam Metrologi Legal (WELMEC)

Akreditasi Laboratorium: Akreditasi Eropa (EA)

Indonesia

Metrologi Ilmiah: Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Puslit KIM-LIPI)

Metrologi Legal: Direktorat Metrologi, Departemen Perdagangan

Akreditasi Laboratorium: Komite Akreditasi Nasional (KAN)





Menuliskan “Significant Digits” dalam nilai ketidakpastian pengukuran

1 09 2006

Dari pengalaman mengamati sertifikat kalibrasi dan lingkup akreditasi lab-lab kalibrasi, sering saya melihat kesalahan dalam penulisan nilai ketidakpastian pengukuran dan BMC (Best Measurement Capability; Kemampuan Ukur Terbaik). Kesalahan paling umum adalah nilai ketidakpastian/BMC ditulis dengan lebih dari 2 significant digit.

Apa itu significant digit, dan bagaimana cara menulis nilai ketidakpastian yang benar?

Menurut definisi yang saya pelajari di sekolah dulu, “significant digit” adalah angka bukan-nol dan angka nol yang terletak di sebelah kanan angka bukan-nol. “Significant digit” diindonesiakan menjadi “angka penting” atau “angka berarti”.

Contoh:
“0,000 123″ mempunyai 3 significant digits: 1, 2, dan 3.
“0,000 104″ mempunyai 3 significant digits: 1, 0, dan 4

(nol di sebelah kanan angka 1 menjadi significant digit)

“0,010″ mempunyai 2 significant digits: 1 dan 0
“456″ mempunyai 3 significant digits
“2 400″ mempunyai 4 significant digits;

jika yang dimaksud hanya ada 2 significant digit, harus ditulis “2,4 x 10^3″ atau “2,4e3″.

“2,34 x 10^-3″ atau “2,34e-3″ mempunyai 3 significant digit.

Jadi, menulis nilai ketidakpastian dan BMC yang benar adalah sebagai berikut:
13 s (benar)
1,2 mm (benar)
0,02 mK (benar)
0,023 mg (benar)
1,2 x 10^-6 kg (benar)
12,00 V (salah) ==> 12 V (benar)
12 000 V (meragukan) ==> 1,2 x 10^4 (benar)
0,000 000 023 V (benar, tapi…) ==> 23 nV atau 2,3 x 10^-8 V (lebih baik)





Apa itu Metrologi?

1 09 2006

Metrologi adalah “ilmu pengetahuan tentang pengukuran” (the science of measurement). Mengapa perlu ilmu untuk mengukur? Tentunya, supaya pengukuran itu dapat dilakukan dengan benar dan hasilnya dapat dipercayai.

Dalam pelaksanaannya di dunia nyata, metrologi dapat dikategorikan sebagai berikut:

Pertama, ada metrologi ilmiah sebagai akar dari semua cabang metrologi. Metrologi ilmiah berkaitan dengan penelitian dan studi tentang fenomena-fenomena alam yang mendasari proses pengukuran. Buah dari metrologi ilmiah adalah pengetahuan tentang metode-metode pengukuran yang benar dan bagaimana cara menganalisis hasil pengukuran. Selain itu, hasil dari kegiatan metrologi ilmiah adalah adanya standar pengukuran yaitu acuan yang dapat diandalkan untuk menentukan nilai pengukuran yang benar.

Di bawah metrologi ilmiah, ada dua cabang yang masing-masing dapat disebut sebagai metrologi terapan. Yang pertama adalah metrologi legal dan yang satu lagi metrologi industri.

Metrologi legal adalah cabang metrologi yang berkaitan dengan pelaksanaan pengukuran yang dipersyaratkan oleh aturan hukum. Dalam peraturan perundang-undangan, mungkin saja ada beberapa aturan yang harus ditegakkan dengan melakukan pengukuran. Pengukuran semacam itu harus dilakukan oleh lembaga atau instansi yang diberi wewenang secara hukum. Khususnya, hal-hal yang berdampak pada transaksi perdagangan, kesehatan dan keselamatan. Namun, acuan untuk menentukan kebenaran hasil pengukuran tetap didapat dari ranah metrologi ilmiah.

Metrologi industri berkaitan dengan hal-hal yang menunjang presisi pengukuran di industri. Tujuan akhirnya adalah untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan (termasuk limbahnya) mempunyai karakteristik yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang metrologi, silakan membaca buku “Metrologi – Sebuah Pengantar” (format PDF) yang saya terjemahkan (bersama rekan saya) dari buku “Metrology – in Short” terbitan Euramet (cari di bagian “Documents” di kolom kiri).





First post!

22 07 2006

Yet another blog! My other blogs are at blogger and multiply.