Artikel tentang Metrologi di Koran Hari Ini

24 10 2008




Otoritas Metrologi dan Akreditasi Laboratorium

1 09 2006

Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang benar, kita perlu merujuk ke Otoritas Metrologi yang diakui. Kewenangan yang dimiliki (atau diemban) oleh suatu badan tidak semata-mata didapat secara legalistik, namun juga berdasarkan pengakuan atau konsensus oleh lembaga-lembaga yang kompeten dalam hal metrologi. Otoritas metrologi terbagi dalam setidaknya tiga bidang: bidang metrologi ilmiah dalam hal kebenaran ilmiah; bidang metrologi legal dalam hal pengukuran yang berkaitan dengan regulasi, dan bidang akreditasi laboratorium dalam hal menentukan kompetensi suatu laboratorium untuk melakukan pengukuran (baik pengujian maupun kalibrasi).

Internasional

Metrologi Ilmiah: Biro Internasional Timbangan dan Ukuran (BIPM)

Metrologi Legal: Organisasi Internasional Metrologi Legal (OIML)

Akreditasi Laboratorium: Kerjasama Internasional Akreditasi Laboratorium (ILAC)

Regional

Asia-Pasifik

Metrologi Ilmiah: Program Metrologi Asia-Pasifik (APMP)

Metrologi Legal: Forum Metrologi Legal Asia-Pasifik (APLMF)

Akreditasi Laboratorium: Kerjasama Akreditasi Laboratorium Asia-Pasifik (APLAC)

Eropa

Metrologi Ilmiah: Kolaborasi Eropa dalam Standar Pengukuran (Euromet)

Metrologi Legal: Kerjasama Eropa dalam Metrologi Legal (WELMEC)

Akreditasi Laboratorium: Akreditasi Eropa (EA)

Indonesia

Metrologi Ilmiah: Pusat Penelitian Kalibrasi, Instrumentasi dan Metrologi – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Puslit KIM-LIPI)

Metrologi Legal: Direktorat Metrologi, Departemen Perdagangan

Akreditasi Laboratorium: Komite Akreditasi Nasional (KAN)





Menuliskan “Significant Digits” dalam nilai ketidakpastian pengukuran

1 09 2006

Dari pengalaman mengamati sertifikat kalibrasi dan lingkup akreditasi lab-lab kalibrasi, sering saya melihat kesalahan dalam penulisan nilai ketidakpastian pengukuran dan BMC (Best Measurement Capability; Kemampuan Ukur Terbaik). Kesalahan paling umum adalah nilai ketidakpastian/BMC ditulis dengan lebih dari 2 significant digit.

Apa itu significant digit, dan bagaimana cara menulis nilai ketidakpastian yang benar?

Menurut definisi yang saya pelajari di sekolah dulu, “significant digit” adalah angka bukan-nol dan angka nol yang terletak di sebelah kanan angka bukan-nol. “Significant digit” diindonesiakan menjadi “angka penting” atau “angka berarti”.

Contoh:
“0,000 123″ mempunyai 3 significant digits: 1, 2, dan 3.
“0,000 104″ mempunyai 3 significant digits: 1, 0, dan 4

(nol di sebelah kanan angka 1 menjadi significant digit)

“0,010″ mempunyai 2 significant digits: 1 dan 0
“456″ mempunyai 3 significant digits
“2 400″ mempunyai 4 significant digits;

jika yang dimaksud hanya ada 2 significant digit, harus ditulis “2,4 x 10^3″ atau “2,4e3″.

“2,34 x 10^-3″ atau “2,34e-3″ mempunyai 3 significant digit.

Jadi, menulis nilai ketidakpastian dan BMC yang benar adalah sebagai berikut:
13 s (benar)
1,2 mm (benar)
0,02 mK (benar)
0,023 mg (benar)
1,2 x 10^-6 kg (benar)
12,00 V (salah) ==> 12 V (benar)
12 000 V (meragukan) ==> 1,2 x 10^4 (benar)
0,000 000 023 V (benar, tapi…) ==> 23 nV atau 2,3 x 10^-8 V (lebih baik)





Apa itu Metrologi?

1 09 2006

Metrologi adalah “ilmu pengetahuan tentang pengukuran” (the science of measurement). Mengapa perlu ilmu untuk mengukur? Tentunya, supaya pengukuran itu dapat dilakukan dengan benar dan hasilnya dapat dipercayai.

Dalam pelaksanaannya di dunia nyata, metrologi dapat dikategorikan sebagai berikut:

Pertama, ada metrologi ilmiah sebagai akar dari semua cabang metrologi. Metrologi ilmiah berkaitan dengan penelitian dan studi tentang fenomena-fenomena alam yang mendasari proses pengukuran. Buah dari metrologi ilmiah adalah pengetahuan tentang metode-metode pengukuran yang benar dan bagaimana cara menganalisis hasil pengukuran. Selain itu, hasil dari kegiatan metrologi ilmiah adalah adanya standar pengukuran yaitu acuan yang dapat diandalkan untuk menentukan nilai pengukuran yang benar.

Di bawah metrologi ilmiah, ada dua cabang yang masing-masing dapat disebut sebagai metrologi terapan. Yang pertama adalah metrologi legal dan yang satu lagi metrologi industri.

Metrologi legal adalah cabang metrologi yang berkaitan dengan pelaksanaan pengukuran yang dipersyaratkan oleh aturan hukum. Dalam peraturan perundang-undangan, mungkin saja ada beberapa aturan yang harus ditegakkan dengan melakukan pengukuran. Pengukuran semacam itu harus dilakukan oleh lembaga atau instansi yang diberi wewenang secara hukum. Khususnya, hal-hal yang berdampak pada transaksi perdagangan, kesehatan dan keselamatan. Namun, acuan untuk menentukan kebenaran hasil pengukuran tetap didapat dari ranah metrologi ilmiah.

Metrologi industri berkaitan dengan hal-hal yang menunjang presisi pengukuran di industri. Tujuan akhirnya adalah untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan (termasuk limbahnya) mempunyai karakteristik yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang metrologi, silakan membaca buku “Metrologi – Sebuah Pengantar” (format PDF) yang saya terjemahkan (bersama rekan saya) dari buku “Metrology – in Short” terbitan Euramet (cari di bagian “Documents” di kolom kiri).