Apa itu Metrologi?

1 09 2006

Metrologi adalah “ilmu pengetahuan tentang pengukuran” (the science of measurement). Mengapa perlu ilmu untuk mengukur? Tentunya, supaya pengukuran itu dapat dilakukan dengan benar dan hasilnya dapat dipercayai.

Dalam pelaksanaannya di dunia nyata, metrologi dapat dikategorikan sebagai berikut:

Pertama, ada metrologi ilmiah sebagai akar dari semua cabang metrologi. Metrologi ilmiah berkaitan dengan penelitian dan studi tentang fenomena-fenomena alam yang mendasari proses pengukuran. Buah dari metrologi ilmiah adalah pengetahuan tentang metode-metode pengukuran yang benar dan bagaimana cara menganalisis hasil pengukuran. Selain itu, hasil dari kegiatan metrologi ilmiah adalah adanya standar pengukuran yaitu acuan yang dapat diandalkan untuk menentukan nilai pengukuran yang benar.

Di bawah metrologi ilmiah, ada dua cabang yang masing-masing dapat disebut sebagai metrologi terapan. Yang pertama adalah metrologi legal dan yang satu lagi metrologi industri.

Metrologi legal adalah cabang metrologi yang berkaitan dengan pelaksanaan pengukuran yang dipersyaratkan oleh aturan hukum. Dalam peraturan perundang-undangan, mungkin saja ada beberapa aturan yang harus ditegakkan dengan melakukan pengukuran. Pengukuran semacam itu harus dilakukan oleh lembaga atau instansi yang diberi wewenang secara hukum. Khususnya, hal-hal yang berdampak pada transaksi perdagangan, kesehatan dan keselamatan. Namun, acuan untuk menentukan kebenaran hasil pengukuran tetap didapat dari ranah metrologi ilmiah.

Metrologi industri berkaitan dengan hal-hal yang menunjang presisi pengukuran di industri. Tujuan akhirnya adalah untuk memastikan bahwa produk yang dihasilkan (termasuk limbahnya) mempunyai karakteristik yang sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan.

Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang metrologi, silakan membaca buku “Metrologi – Sebuah Pengantar” (format PDF) yang saya terjemahkan (bersama rekan saya) dari buku “Metrology – in Short” terbitan Euramet (cari di bagian “Documents” di kolom kiri).

Update 5 Juni 2011:

Tautan untuk buku “Metrologi – ┬áSebuah Pengantar” sudah saya perbaiki.

About these ads

Aksi

Information

34 tanggapan

11 12 2007
takim

mas bisa ng ditapilkan perhitungan dari metologi industri?
ex: perhitungan kecepatan putar mesin listrik

12 12 2007
probodj

@takim
Kalau yang dimaksud adalah “pengukuran kecepatan putar”, jawabannya: diukur dengan menggunakan tachometer. Tachometer menggunakan prinsip kerja pengukuran frekuensi.

Kalau “menghitung kecepatan”, artinya hanya secara teoretis, bisa menggunakan rumus-rumus dasar fisika tentang motor listrik.

Kalu mau tau lebih jauh tentang metrologi, gabung aja dengan milis forumkalibrasi@yahoogroups.com.

9 01 2008
Hilda Thiovany, ST

Bagaimana cara mempelajari lebih jauh tentang metrologi?, saya adalah pegawai di salah satu instansi di Provinsi Kepri, saya ingin menanyakan metrologi terapan jenis apa yang lebih sesuai jika diterapkan di dinas perindustrian dan perdagangan?, terima kasih atas sarannya……

9 01 2008
probodj

@Hilda:

Cara paling efektif untuk belajar barangkali adalah dengan mengikuti pelatihan. Puslit KIM-LIPI (www.kim.lipi.go.id atau humas@kim.lipi.go.id) sebagai lembaga metrologi nasional di Indonesia mengadakan beberapa pelatihan di bidang metrologi secara reguler.

Jenis pengukuran atau kalibrasi yang paling sesuai adalah yang dibutuhkan oleh industri setempat. Industri manufaktur atau permesinan barangkali lebih membutuhkan kalibrasi di bidang dimensional, sedangkan industri perminyakan atau kimia lebih banyak menggunakan peralatan ukur tekanan, massa dan suhu.

5 02 2008
zabe

saya, hanya ingin meninggalkan suatu uneg2lah,,bisa dikatakan seperti itu,,bagaimana cara mengukur yang baik dan benar,,sementara kesalahan paling vital dalam pengukuran itu menurut saya adalah kesalahan paralaks,,dan setiap individu mempunyai persepsi yang berbeda-beda tentang bagaimana cara mengukur,,apakah ada suatu standar bakunya???

5 02 2008
probodj

@zabe
Bagaimana cara mengukur yang baik dan benar“… itulah yang bisa kita pelajari dalam disiplin ilmu METROLOGI!

“Standar baku” untuk pengukuran ada yang berupa standar internasional (misalnya yang dikeluarkan oleh ISO atau IEC), atau standar nasional dari suatu negara (misalnya SNI di Indonesia, JIS di Jepang, DIN di Jerman, BS di Inggris, dll). Ada juga yang berupa text book yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga metrologi nasional di beberapa negara.

Kesalahan paralaks hanyalah salah satu dari berbagai sumber kesalahan dalam pengukuran. Kesalahan yang paling mendasar sebetulnya adalah ketidaktahuan tentang metode pengukuran yang benar. Nah metode pengukuran yang benar itu, meliputi:

pengetahuan tentang cara penggunaan alat ukur yang benar

definisi besaran atau parameter yang diukur

analisis ketidakpastian pengukuran

dan masih banyak aspek lain.

6 02 2008
zabe

kak,,
saya dapat tugas makalah metrologi industri manufaktur,,kak punya referensi2 gitu tak??
yah contohnya spt macam2 alat ukur, metrologi ulir, inspeksi dan teknik pengukuran,,dan sebagainya lah…
tolong ya kak,,trims,,=P

8 02 2008
probodj

Ada satu buku yang agak komprehensif mengenai metrologi dimensional, diterbitkan oleh ITB Press. Pengarangnya Prof. Taufik Rochim, kalau tak salah judulnya “Metrologi Industri”.

13 04 2008
pram

Saya mau nanya nih, apa saja macam2 indentor dalam pengukuran raughness. dan dimana referensi data tsb dapat diperoleh? Thank’s

13 04 2008
pram

Maap ada yang lupa, sekalian juga macam2 probe, stylus dan cara kerjanya sekalian yang ada dalam pengukuran raughness.

13 04 2008
probodj

@Pram

Kalau yang anda maksud adalah pengukuran “roughness” (kekasaran permukaan), ada dua macam cara: mekanik atau optik

Cara mekanik adalah pengukuran profil 2-dimensi permukaan dengan menggunakan stylus (bukan indentor!) yang menyapu permukaan yang diukur sepanjang suatu garis, sedangkan cara optik adalah pengukuran profil 3-dimensi permukaan dengan sistem interferometri cahaya.

Untuk stylus mekanik, umumnya hanya ada satu macam, yaitu stylus dengan ujung sferis (bola). Perbedaannya hanya pada ukuran (radius) ujung sferis tersebut.

Referensi mengenai teori pengukuran kekasaran permukaan dapat dibaca di sini.

24 04 2008
Dedek

It is good to know that you enjoy and practise what you are doing and share with the people of the world.

Dedek – Hatch Wollongong.

7 06 2008
donny

Untuk yang butuh jasa kalibrasi bisa menghubungi saya, *** deleted ***

Maaf, kalau mau pasang iklan jangan di sini. Silakan bikin blog sendiri.

24 09 2009
mimi

saya bingung, ada tugas buat alat ukur yang inovatif.
dari alat-alat sederhana yang sudah ada kita buat jadi alat ukur yang sama kualitasnya dengan alat ukur di pasaran dengan sensitivitas dan readability yang tinggi tapi dengan harga jauh lebih murah..

plese help me…

25 09 2009
probodj

@mimi: wah, tugas berat nih. Sudah tentu, kalau mau meningkatkan readability dan sensitivitas, kita memerlukan sistem manufaktur dengan presisi lebih tinggi; dan tingkat presisi yang tinggi membutuhkan biaya yang lebih tinggi pula. Jadi agak susah kalau ingin mendapatkan “sensitivitas dan readability yang tinggi tapi dengan harga jauh lebih murah“.

Semoga berhasil!

1 11 2009
Amat Dila

Maaf pak Probo, buku “Metrologi sebuah Pengantar” – nya kok tdk bisa dibuka? trims

2 11 2009
probodj

@Amat Dila:
Terima kasih untuk koreksi Anda; tautan ke buku “Metrologi – Sebuah Pengantar” sudah saya perbaiki. Silakan coba lagi.

5 03 2010
Aby

Pa..
Bagaimana cara menentukan nilai Readability untuk analog maupun digital suatu intrument.
Ada seorang teman mengemukakan bahwa nilai readibility analog itu 50%,bagimana pendapat Bapa dan berapa nilai yang sebenarnya??

5 03 2010
probodj

@Aby: skala analog mempunyai “scale division” atau divisi skala terkecil, yaitu nilai ukur yang setara dengan jarak antara dua garis skala terdekat. Contohnya: mistar (penggaris) pada umumnya mempunyai divisi skala 1 mm.

Dalam penggunaannya, seseorang bisa “membaca” skala itu dengan berbagai tingkat ketelitian: bisa dibaca sesuai garis skala, atau dibaca sebagai fraksi (pecahan) antara dua garis skala. Misalnya, dengan kaca pembesar, saya bisa melihat skala penggaris lebih teliti lagi sehingga saya bisa mengestimasi nilai pecahan, misalnya 1,2 mm. Maka, “resolusi” sebuah skala analog bisa bervariasi, tergantung kemampuan baca si pengguna. Jika si pengguna bisa membaca skala tersebut hingga seperlima dari divisi skala, maka seolah-olah penggaris tersebut mempunyai resolusi 0,2 mm (padahal divisi skalanya 1 mm). Maka ketidakpastian pengukuran akibat keterbatasan daya baca ini bisa diestimasi sebesar 0,2 mm dibagi akar 3.

5 06 2011
Akbar

wahh, ini bacaan bagus buat saya, sebagai pengetahuan dasarlah, saya juga lagi mengambil m.k pengukuran dan metrologi.
besok hari pertama kuliah saya. hehe
mohon referensi bacaan lainnya ya. thx pak :D

5 06 2011
Akbar

oh ya, link bukunya kog ga bisa dbuka pak?. thx

5 06 2011
probodj

Tautan (link) bukunya sudah saya perbaiki. Silakan coba lagi. Terima kasih.

21 10 2011
ardhiansyah

mas maw tanya nih, bagaimana menghitung nilai drift alat standar? ada yang bilang nilai ukur sertifikat kalibrasi yang lama dikurang dengan nilai ukur hasil kalibrasi yang baru TANPA dibagi dua. ada yang bialang harus dibagi dua dulu sebelum di bagi akar tiga. mana yang benar mas? thanks infonya

13 03 2012
mery

mas, makasih share dokumennya. drift alat standar kok belum ditayangkan? pertanyaan serupa sering ditanyakan.
apakah drift hanya diperhitungkan saat analisa ketidakpastian, apakah drift juga diperhitungkan untuk mencari nilai aktual kalibrasi? thanks infonya

25 04 2012
probodj

Maaf, belum sempat jawab soal drift. Karena penjelasannya agak panjang. Tunggu ya…

8 06 2012
agus s

Mas, saya kurang jelas, apa sih beda metode tera oleh metrologi legal dan metode kalibrasi industri,, dalam kasus ini yaitu jembatan timbang di tempat kerja saya, di tera oleh dinas metrologi dan disegel, saat terjadi selisih pengukuran dgn jembatan timbang lain kalo engineer kami mau kalibrasi gak berani karena mesti buka segel. mohon penjelasan

8 06 2012
agus s

Maaf, tambah lagi,, kalo jembatan timbang itu yang di harus dikalibrasi loadcell ato indikator jembatan timbangnya,, karena kalo harus kalibrasi ke laboratorium kalibrasi kan mesti dilepas dari lokasi, gimana penjelasannya

8 06 2012
probodj

Secara teknis, tera dan kalibrasi prosesnya sama: membandingkan penunjukan alat ukur dengan nilai standar acuan. Untuk jembatan timbang, bisa dikalibrasi di tempat dengan beban sebesar objek yang biasa diukur; atau dengan mengalibrasi load cellnya di lab dengan mesin tekan.
Kalau kalibrasi di tempat, ya harus sedia beban yang banyak. Kalau kalibrasi di lab, bisa pakai mesin. Tetapi tentunya harus dicopot.
Masalah buka segel, itu wewenang dinas yang terkait. Mungkin Bapak bisa minta informasi mengenai ketertelusuran standar yang dipakai menera, dan juga menanyakan metode pengukurannya. Ada dua kemungkinan besar jika hasil kalibrasi/tera diragukan: standarnya menyimpang, atau metode pengukurannya salah.

20 07 2012
Aweng Nabil Ncha

pa maaf saya mau tanya tentang pengukuran profile any surface itu maksudnya apa ya?

6 08 2012
probodj

Pengukuran “surface profile” adalah salah satu ranting dari metrologi dimensional. Profil permukaan berkaitan dengan properti mekanis, yaitu kekasaran permukaan; namun diukur secara dimensional, yaitu dengan mengukuran profil permukaan pada order nanometer.

29 01 2013
Vegaara

Saya mau tanya mas….
Ilmu GD&T untuk methode pengukuran “PROFIL PERMUKAAN” apakah dibenarkan untuk mengukur GARIS / LINE dalam drawing??

29 01 2013
probodj

Bisa diperjelas maksudnya? Apa yang mau diukur?

26 03 2014
maria fauzia

tulisan anda sdh saya baca trmksh, kapan2 mau saya sadur untuk pembuatan makalah kemetrologian, maklum gak bisa2/sulit cari bahan hehe..

26 03 2014
probodj

Jangan lupa sebutkan sumber referensi ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: